logo

Copyright ©2016 ThemeMascot

Home

Bedah Prostatektomi Robotik

Prostat merupakan satu kelenjar sebesar biji kemiri yang berlokasi di bagian depan rektum, dibawah kantung kemih dan mengelilingi uretra. Tujuan utama kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan cairan yang mentransportasikan sperma selama orgasme pria. Kanker prostat terjadi pada kelenjar prostat ketika sel-sel abnormal muncul pada prostat. Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di seluruh dunia, dan kondisi ini umumnya diidap oleh pria yang berusia 50 tahun atau lebih. Kanker prostat merupakan satu kelompok kanker heterogen yang umumnya terdiri dari sel-sel kanker yang bertumbuh-lambat dan seringkali tidak memunculkan gejala-gejala dini.

Opsi bedah yang mana yang tersedia untuk penanganan kanker prostat (Prostatektomi)?

Prostektomi dapat dilakukan dengan bedah terbuka ataupun pembedahan minimal invasif (laparoskopik atau berbantuan robotik). 

Siapa yang dapat menjadi kandidat untuk ditangani dengan prostatektomi berbantuan robot?

Pasien yang terdiagnosis dengan kanker prostat terlokalisasi dapat menjadi kandidat untuk ditangani dengan prosedur ini.

Apa itu Prostatektomi berbantuan robot?

Prostatektomi berbantuan robot (juga disebut dengan istilah prostatektomi robotik) merupakan proses pengangkatan prostat dan beberapa jaringan disekitar nya secara minimal invasif dengan menggunakan teknologi robot dan komputer terbaru/ tercanggih (Sistem Bedah Robotik ).

1)    Instrumentasi Endowrist

Instrumentasi Endowrist dapat memungkinkan dokter ahli bedah untuk mendapatkan deksteritas/ ketangkasan alami dan rentang gerakan yang jauh lebih baik daripada tangan manusia.

2)    Tampilan/ Pandangan 3D HD

Tampilan/ pandangan tiga dimensi dan high definition (definisi tinggi) dengan   kemampuan 10 kali pembesaran – hal ini memungkinkan dokter ahli bedah untuk mendapatkan tampilan imersif (luas dan jelas) pada bidang pandang ketika melakukan operasi.

3)    Gerakan Intuitif

Gerakan tangan dokter ahli bedah pun diskalakan, disaring, dan secara detail diterjemahkan menjadi gerakan instrumen dan lengan robot. 

Apakah Robot Bedah (Surgical Robot) yang melakukan operasi?

Robot sepenuhnya berada di bawah kendali dokter ahli bedah. Robot hanya bekerja menurut apa yang dilakukan oleh dokter ahli bedah, yang dimana robot menterjemahkan gerakan dokter ahli bedah menjadi gerakan instrumen yang halus, detail, dan tepat di dalam tubuh anda.

Pertanyaan: Potensi manfaat apa yang didapatkan dari pengaplikasian bedah prostatektomi berbantuan robotik?

·         Tingkat margin bedah* positif yang sama dengan prostatektomi terbuka

·         Kepulihan fungsi ereksi (seksual) pasien yang lebih cepat didapatkan

·         Peluang yang lebih baik bagi para pasien untuk mendapatkan kembali kontinensia urin/ kemih dalam 6 bulan.

·         Jumlah darah yang hilang akibat operasi adalah rendah, atau tingkat yang lebih rendah akan kebutuhan transfusi

·         Tingkat komplikasi yang lebih rendah

·         Tingkat resiko infeksi luka yang lebih rendah

·         Waktu lamanya perawatan di rumah sakit yang lebih singkat

·         Tingkat resiko yang rendah akan admisi/ perawatan ulang di rumah sakit

·         Lebih singkatnya waktu pemasangan kateter

·         Tingkat resiko yang rendah akan trombosis vena dalam**

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan bedah prostatektomi robotik?

Prosedur aktual biasanya akan membutuhkan waktu selama tiga jam, hal ini tergantung pada anatomi pasien dan luasnya pembedahan yang dapat membutuhkan waktu yang lebih lama.

Berapa lama waktu rawatan di rumah sakit setelah pembedahan, dan kapan pasien dapat melanjutkan aktifitas normalnya?

Hampir dari seluruh pasien prostatektomi robotik akan membutuhkan waktu rawatan 2 sampai 3 hari setelah operasi. Hampir dari seluruh pasien mampu kembali melakukan aktifitas normalnya sekitar 14 sampai 21 hari setelah operasi.

Beberapa Resiko & Pertimbangan Yang Berkaitan dengan Prostatektomi?

Resiko pembedahan dapat muncul dan diakibatkan oleh semua jenis operasi yang juga mencakup bedah robotik, dan kehati-hatian haruslah diaplikasikan untuk meminimalisir resiko. Semakin baiknya kualitas pandangan dan fungsionalitas robot bukanlah berarti dapat menghilangkan resiko, namun hal ini dapat membantu di dalam meminimalisir resiko kehilangan darah yang berlebihan yang membutuhkan transfusi, inkontinensia urin, disfungsi ereksi, cedera organ disekitarnya (rektum atau usus), penyempitan uretra, terkumpulnya cairan limfatik di area panggul, dan hal ini dapat membantu pasien untuk mendapatkan kepulihan dini akan fungsi-fungsi ini. 

 

Share:

Tags: bedah-robot, Sunway Medical Centre, Kesehatan, berobat ke malaysia

Comments